TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi dukungan anggota DPR RI, DPD RI, dan DPRD DKI Jakarta yang terus menyuarakan pentingnya Dana Bagi Hasil (DBH) bagi ibu kota. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan Jakarta setelah adanya pemotongan DBH sebesar Rp15 triliun.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri silaturahmi bersama pimpinan DPRD Provinsi DKI Jakarta, anggota DPR RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta, dan DPD RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta di Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada dampak pemotongan Dana Bagi Hasil terhadap pembangunan Jakarta dan upaya bersama untuk memperjuangkan alokasi anggaran tersebut.
"Yang berkaitan dengan Dana Bagi Hasil memang Jakarta membutuhkan. Jadi kalau kemudian teman-teman yang di DPR RI, DPD RI, dan teman-teman DPRD DKI Jakarta ikut menyuarakan, itu sangat bagus bagi Jakarta untuk membangun," kata Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis, 30 Juli 2026.
Meski menghadapi pengurangan anggaran yang cukup besar, Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap memprioritaskan tiga sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN).
Di bidang pendidikan, Pemprov DKI melanjutkan berbagai program bantuan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pembiayaan sekolah swasta gratis, hingga rencana pemberian beasiswa melalui skema LPDP.
Sementara di sektor kesehatan, layanan masyarakat didukung oleh 31 rumah sakit umum daerah (RSUD), 44 puskesmas, serta 292 puskesmas pembantu yang dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan.
Untuk menjaga kelangsungan pembangunan di tengah berkurangnya Dana Bagi Hasil, Pemprov DKI memanfaatkan berbagai skema creative financing atau pembiayaan kreatif guna membiayai proyek-proyek infrastruktur tanpa membebani APBD.
"Inilah yang kalau saya jujur, kemudian kenapa membuat Jakarta masih bisa membangun dengan baik, walaupun ada pemotongan DBH yang besar sekali. Dampak DBH ini terasa di mana-mana," jelasnya.
Ia mencontohkan sejumlah proyek yang dibangun melalui skema pembiayaan kreatif, di antaranya Taman Honda Tebet, Taman Semanggi, dan pedestrian deck Dukuh Atas. Dengan pendekatan tersebut, anggaran daerah dapat lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Adapun skema pembiayaan kreatif yang diterapkan Pemprov DKI meliputi pemanfaatan Koefisien Lantai Bangunan (KLB), kerja sama naming rights, hingga rencana penerbitan obligasi daerah.
Di akhir sambutannya, Pramono kembali menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD DKI Jakarta terhadap berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah provinsi.
"Sekali lagi saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta yang betul-betul memberikan full support," pungkasnya.









