TVRINews, Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno resmi dilantik sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta Antar Waktu Masa Bakti 2024–2029.
Pelantikan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Luar Biasa (Muslub) Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta 2026 di Gedung Kwarda, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 25 Juli 2026.
Usai dilantik, Rano Karno menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda sekaligus mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan Jakarta.
Menurut Rano, pergantian kepemimpinan melalui forum musyawarah merupakan bagian dari penguatan organisasi agar Gerakan Pramuka di Jakarta semakin adaptif dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Forum ini bukan sekadar memenuhi mekanisme organisasi, tetapi juga mencerminkan tata kelola organisasi yang sehat, memastikan kesinambungan kepemimpinan, dan memperkuat arah Gerakan Pramuka ke depan,” ujar Rano, Sabtu, 25 Juli 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Rano juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Kwarda DKI Jakarta sebelumnya, Isnawa Adji, atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin organisasi kepramukaan di Ibu Kota.
Rano berharap seluruh jajaran Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, serta Majelis Pembimbing Daerah dapat bersinergi untuk memajukan Gerakan Pramuka Jakarta.
“Saya mengharapkan dukungan dari Kakak-kakak Ketua Kwartir Cabang se-Jakarta dan Majelis Pembimbing Daerah untuk bersinergi melanjutkan pengabdian dalam membina dan memajukan Gerakan Pramuka di Jakarta,” katanya.
Rano menilai Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berkarakter, disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Gerakan Pramuka berperan strategis dalam membentuk talenta yang terampil, berkarakter kepemimpinan, disiplin, memiliki kepedulian sosial, dan menjunjung semangat gotong royong,” jelasnya.
Untuk memperkuat peran tersebut, Rano menetapkan empat agenda prioritas Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta periode 2024–2029.
Agenda pertama adalah memperkuat peran Pramuka sebagai mitra pembangunan melalui program Pramuka Peduli, termasuk mendukung gerakan pemilahan sampah dari sumber serta penghijauan kota.
Kedua, memperkuat pendidikan karakter generasi muda melalui program pencegahan perundungan, penyalahgunaan narkotika, serta kekerasan terhadap anak dengan melibatkan berbagai pihak.
Ketiga, menjadikan Gerakan Pramuka sebagai penggerak pelestarian budaya Betawi melalui kegiatan di sekolah, ruang publik, RPTRA, hingga berbagai kegiatan kebudayaan.
Keempat, meningkatkan kesiapsiagaan anggota Pramuka dalam menghadapi bencana melalui penguatan kapasitas anggota dan Satuan Karya (Saka).
Rano menegaskan, pendidikan kepramukaan juga harus terus berinovasi, termasuk melalui program Urban Scouting, agar mampu mencetak generasi muda Jakarta yang berkarakter Pancasila, memiliki jiwa kebangsaan, dan keterampilan hidup.
Ia juga mendorong jajaran Kwarda, enam Kwartir Cabang, dan 44 Kwartir Ranting di Jakarta untuk membangun organisasi yang profesional, digital, dan kolaboratif.
“Jakarta memiliki karakteristik sebagai daerah khusus. Karena itu, kita akan memperkuat pelaksanaan program kepramukaan dengan inovasi yang sesuai kebutuhan Jakarta agar Gerakan Pramuka semakin relevan dan mampu mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing serta tetap berbudaya,” pungkas Rano Karno.









