TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kemajuan yang dicapai Jakarta saat ini tidak lepas dari kontribusi besar perempuan, baik dalam pengambilan kebijakan maupun kerja langsung di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Pramono saat membuka diskusi interaktif Para Kartini Masa Kini: Perempuan Memilih di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Dalam kegiatan bertema “Berkembang Tanpa Batas, Berdaya Tanpa Sekat” itu, Pramono menekankan pentingnya kesetaraan gender di berbagai sektor pembangunan.
Menurutnya, hampir separuh jabatan strategis Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini diisi oleh perempuan.
“Beberapa posisi strategis yang menangani persoalan penting, termasuk banjir, dipimpin oleh perempuan. Kepala Bappeda, Bapenda, dan lainnya juga perempuan,”kata Pramono dalam keterangan tertulis, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia menilai keterlibatan perempuan dalam pemerintahan turut mendorong berbagai capaian pembangunan di Jakarta.
Berdasarkan Indeks Pembangunan Gender 2025, Jakarta mencatat angka 95,5 atau termasuk yang tertinggi di Indonesia.
Selain itu, Pramono menyebut penurunan jumlah wilayah kumuh di Jakarta juga tidak terlepas dari peran aktif perempuan di tingkat masyarakat.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah RW kumuh di Jakarta menurun dari 445 RW pada 2017 menjadi 211 RW pada 2026.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja para kader perempuan seperti PKK, Dasawisma, hingga Jumantik yang aktif di lapangan.
“Jakarta berterima kasih atas peran perempuan yang nyata dalam pembangunan kota,”jelasnya.
Pramono juga menyoroti pandangan generasi muda atau Gen Z terhadap emansipasi perempuan. Ia menilai generasi saat ini tidak lagi melihat Kartini hanya sebagai simbol sejarah, tetapi juga simbol kemandirian dan kebebasan berekspresi.
Menurutnya, Gen Z memandang gender bukan sebagai penghalang, melainkan kekuatan untuk berkolaborasi secara setara.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memberikan ruang yang luas bagi generasi muda untuk berkembang dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan progresif.
“Kita harus memberi kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki untuk berkembang dan menentukan pilihan tanpa sekat,”lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta Hani Pramono Anung mengatakan perempuan memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berdaya apabila mendapat akses yang setara.
Menurut Hani, pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pemberian kesempatan, tetapi juga dengan menciptakan lingkungan yang aman dan menghargai perempuan.
“Perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan, mulai dari keluarga, dunia kerja, hingga kehidupan sosial masyarakat,”ungkap Hani.
Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan Jakarta sebagai kota yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak, baik di ruang publik maupun ruang digital.
Dalam kegiatan tersebut turut dilakukan penandatanganan kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan PT Transportasi Jakarta terkait penguatan lingkungan kerja inklusif serta pencegahan dan penanganan kekerasan seksual berbasis gender di lingkungan kerja Transjakarta.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan usaha kepada pelaku UKM Jakpreneur perempuan disabilitas dan perempuan penyintas kekerasan sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi perempuan.










