TVRINews, Jakarta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ada sebanyak 80 rukun tetangga (RT) dan 3 Ruas Jalan Tergenang di wilayah DKI Jakarta masih tergenang banjir pada Selasa, 5 Mei 2026 siang. Hal tersebut, diungkapkan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika genangan tersebut terjadi imbas hujan deras yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Senin, 4 Mei 2026 kemarin. Di mana, hal tersebut menyebabkan kenaikan tinggi muka air di sejumlah pintu air.
“Beberapa pos pantau yang mengalami peningkatan status antara lain Pos Pesanggrahan (Siaga 3), Pintu Air Pasar Ikan (Siaga 2), Pos Depok (Siaga 3), Pos Angke Hulu (sempat mencapai Siaga 1), Pos Karet (Siaga 3), Pos Cipinang Hulu (Siaga 3), dan Pos Sunter Hulu (Siaga 3),” ungkapnya.
Berdasarkan data BPBD, wilayah terdampak tersebar di tiga kota administrasi. Di Jakarta Barat terdapat 19 RT yang terdampak, meliputi Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kedoya Selatan, Joglo, dan Kembangan Selatan.
“Di Jakarta Selatan, genangan terjadi di 42 RT, terutama di Kelurahan Petogogan dan Bintaro. Sementara di Jakarta Timur, terdapat 19 RT terdampak yang berada di Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan,” bebernya.
Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 100 sentimeter, dengan penyebab utama curah hujan tinggi serta luapan sejumlah kali, di antaranya Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Angke, Kali Mampang, dan Kali Krukut.
“Selain permukiman, tiga ruas jalan juga terpantau tergenang, yakni Jalan Puri Kembangan, Jalan Kembangan Raya, dan Jalan Strategi Raya di wilayah Jakarta Barat, dengan ketinggian air mencapai 15 hingga 50 sentimeter,” kata dia.
BPBD juga mencatat adanya warga yang mengungsi, khususnya di Kelurahan Kedoya Selatan sebanyak 12 kepala keluarga atau 46 jiwa yang saat ini berada di musala kantor kelurahan setempat.
Sejumlah wilayah sebelumnya dilaporkan sudah berangsur surut, menunjukkan kondisi banjir yang mulai membaik di beberapa titik.
Dalam upaya penanganan, ia mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal.
“Kami menargetkan genangan dapat segera surut dalam waktu cepat. Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan segera menghubungi layanan darurat 112 jika membutuhkan bantuan,” pungkasnya.










