TVRINews, Jakarta
Hujan deras telah mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Senin, 4 Mei 2026 kemarin. Akibatnya, terjadi kenaikan volume air di sejumlah pintu air dan pos pemantauan sehingga banjir terjadi di berbagai wilayah Ibu Kota hingga Selasa, 5 Mei 2026.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kenaikan status air terjadi di beberapa titik, di antaranya Pos Pesanggrahan mencapai Siaga 3 pada pukul 16.00 WIB, Pos Depok dan Pos Angke Hulu Siaga 3 pada pukul 17.00 WIB, hingga Pintu Air Pasar Ikan yang mencapai Siaga 2 pada pukul 19.00 WIB. Bahkan, Pos Angke Hulu sempat meningkat hingga Siaga 1 pada pukul 20.00 WIB.
Tak hanya itu, BPBD DKI Jakarta juga mencatat saat ini terdapat 115 RT dan 4 ruas jalan yang masih tergenang.
Wilayah terdampak paling banyak berada di Jakarta Selatan dengan total 78 RT. Di antaranya meliputi Kelurahan Petogogan sebanyak 37 RT, Pela Mampang 9 RT, Pejaten Timur 8 RT, serta sejumlah wilayah lain seperti Cipete Utara, Rawajati, hingga Bintaro.
Sementara itu, di Jakarta Barat tercatat 15 RT terdampak, tersebar di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kedoya Selatan, Joglo, dan Kembangan Selatan. Adapun di Jakarta Timur terdapat 22 RT yang terdampak, meliputi wilayah Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 15 hingga 240 sentimeter. Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi serta luapan sejumlah kali, di antaranya Kali Krukut, Kali Grogol Mampang, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Mampang, hingga Kali Ciliwung.
Sejumlah warga juga terpaksa mengungsi akibat genangan. Di Kelurahan Kedoya Selatan tercatat 12 kepala keluarga atau 46 jiwa mengungsi di mushola kantor kelurahan. Sementara di Kelurahan Pejaten Timur, sebanyak 22 kepala keluarga atau 72 jiwa mengungsi di rumah warga dan Mushola Raudatul Jannah.
Di sisi lain, beberapa wilayah dilaporkan telah mengalami penyusutan genangan, di antaranya Kelurahan Cipedak, Sukabumi Selatan, Sukabumi Utara, Balekambang, serta sebagian wilayah Kedaung Kali Angke.
Genangan juga terjadi di sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Ciledug Raya (Seskoal), Jalan Swadarma Ulujami, Jalan Rahayu (HEK) di Jakarta Timur, serta Jalan Puri Kembangan di Kedoya Selatan.
Ketinggian air di ruas jalan tersebut mencapai sekitar 50 sentimeter, yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan Kali HEK.
Sementara itu, genangan di Jalan Harun Raya, Sukabumi Utara, Jakarta Barat dilaporkan telah surut.
BPBD DKI Jakarta terus melakukan penanganan dengan mengerahkan personel untuk memantau kondisi di lapangan.
Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) guna mempercepat penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal.
Selain itu, pemerintah setempat juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Genangan ditargetkan dapat segera surut dalam waktu cepat.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan. Dalam kondisi darurat, warga dapat menghubungi layanan 112 yang tersedia secara gratis dan beroperasi selama 24 jam.










