TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa investasi di sektor perhotelan menjadi salah satu pendorong penting dalam memperkuat ekonomi Jakarta.
Menurut Pramono, kehadiran investasi baru di sektor hospitality tidak hanya meningkatkan kapasitas akomodasi, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.
"Investasi di sektor perhotelan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan sektor-sektor pendukung lainnya," ujar Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, pada Minggu, 3 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sektor perhotelan memiliki keterkaitan erat dengan berbagai bidang, seperti pariwisata, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Oleh karena itu, pengembangan sektor ini perlu diiringi dengan kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha dan masyarakat.
"Kolaborasi dengan UMKM harus terus diperkuat agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat," ucapnya.
Lebih lanjut, Pramono menilai lokasi Jakarta yang strategis sebagai pusat bisnis dan pemerintahan menjadi faktor utama dalam menarik investasi di sektor perhotelan. Dengan dukungan infrastruktur dan konektivitas yang terus berkembang, Jakarta dinilai memiliki daya saing tinggi sebagai destinasi bisnis dan wisata.
Kemudian, ia juga mengapresiasi para investor dan pengelola yang telah berkontribusi dalam pengembangan sektor hospitality di Ibu Kota. Menurutnya, investasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain aspek ekonomi, Pramono menekankan pentingnya menghadirkan identitas lokal dalam pengembangan sektor perhotelan. Unsur budaya daerah, menurutnya, dapat menjadi nilai tambah dalam menarik minat wisatawan sekaligus memperkuat karakter Jakarta.
Menutup pernyataannya, Pramono berharap investasi di sektor perhotelan dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.










