TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan seluruh kesiapan infrastruktur LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai telah rampung. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan layanan tersebut dapat diresmikan pada September 2026.
Pramono mengatakan kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari persinyalan hingga infrastruktur perkeretaapian. Hal itu disampaikannya di The Tavia Heritage, Jakarta Pusat, Jumat, 11 September 2026.
"Saya berharap peresmian mudah-mudahan bisa diadakan pada bulan September ini. Karena kenapa? Yang pertama memang sudah siap dan sudah selesai sepenuhnya, baik itu persinyalan, perkeretaapian, dan semuanya,"kata Pramono dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui rilis Pemprov DKI, Jumat, 11 September 2026.
Selain menyelesaikan infrastruktur LRT, Pemprov DKI Jakarta juga menata area publik yang berada di bawah lintasan rel. Penataan tersebut dilakukan bersamaan dengan persiapan integrasi transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Pramono menyebut seluruh stasiun LRT Jakarta telah terhubung dengan layanan Transjakarta. Menurutnya, penataan kawasan di bawah lintasan juga mulai dilakukan untuk memastikan kesiapan transportasi secara keseluruhan.
"Sekarang yang di bawah juga sudah mulai kita rapikan. Sehingga dengan demikian kesiapan itu sudah siap untuk, baik untuk LRT-nya maupun untuk transportasi di bawahnya,"jelasnya.
LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai nantinya memiliki waktu tempuh sekitar 28 menit.
Lanjutkan LRT Manggarai-Dukuh Atas
Di sisi lain, Pramono juga menyampaikan rencana kelanjutan pembangunan LRT dari Stasiun Manggarai menuju Dukuh Atas. Jalur lanjutan tersebut memiliki panjang sekitar 2,1 kilometer.
Ia mengatakan pembangunan dapat segera dimulai karena anggaran telah disiapkan melalui APBD DKI Jakarta. Nilai anggaran yang dialokasikan mencapai lebih dari Rp600 miliar.
"Pembangunan lanjutan dari Manggarai ke Dukuh Atas yang kurang lebih 2,1 kilometer sudah bisa dimulai sekarang dan anggarannya sudah ada. Anggaran di APBD sekarang ini kita anggarkan Rp600 miliar lebih,"pungkasnya.










