TVRINews, Jakarta
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan akibat adanya pengamen yang masuk dan beraktivitas di dalam layanan Mikrotrans di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan laporan tersebut menjadi perhatian serius perusahaan. Transjakarta memastikan layanan transportasi publik tetap aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh pelanggan.
“Transjakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pelanggan terkait adanya pengamen pada layanan Mikrotrans,” ujar Ayu dalam keterangan tertulis, dikutip, Jumat, 2 Oktober 2026.
Ayu juga mengingatkan sejumlah ketentuan yang berlaku bagi pelanggan Mikrotrans, termasuk mengenai sistem pembayaran. Meskipun tarif Mikrotrans saat ini Rp0, pelanggan tetap diwajibkan melakukan tap in dan tap out menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) saat naik dan turun dari armada.
Selain itu, pelanggan hanya diperbolehkan naik dan turun Mikrotrans di bus stop yang telah ditentukan.
“Ketentuan tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam operasional layanan,”ucapnya.
Transjakarta menegaskan bahwa aktivitas mengamen, meminta sumbangan, maupun berjualan dilarang dilakukan di dalam armada Bus dan Mikrotrans, termasuk di seluruh area halte Transjakarta.
Menurut Ayu, laporan mengenai aktivitas pengamen di dalam Mikrotrans akan menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Laporan ini menjadi perhatian serius bagi kami, agar ke depan tidak ada aktivitas serupa di layanan Transjakarta,” tuturnya.
Transjakarta juga mengimbau pelanggan untuk melaporkan apabila menemukan atau mengalami ketidaknyamanan selama menggunakan layanan. Pelanggan diminta mencatat kode bus atau nomor pelat kendaraan untuk memudahkan proses penelusuran laporan.
“Sampaikan langsung melalui layanan pelanggan kami via Call Center 1500-102 atau media sosial resmi Transjakarta,” tandasnya.










