TVRINews, Jakarta
PT MRT Jakarta (Perseroda) menuntaskan proses penggalian terowongan jalur arah utara sepanjang 5,8 kilometer yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun Kota. Penyelesaian pekerjaan tersebut ditandai dengan momen breakthrough, ketika mesin bor terowongan 1 berhasil menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar.
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, mengatakan penyelesaian penggalian terowongan jalur utara menjadi tonggak penting dalam pembangunan MRT Jakarta Fase 2A karena berhasil diselesaikan sesuai target.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari perencanaan yang matang, koordinasi antarpihak, serta kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A.
“Proses penggalian terowongan jalur arah utara dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keberhasilan ini menjadi langkah penting menuju penyelesaian tahapan konstruksi berikutnya sehingga proyek dapat terus berjalan sesuai jadwal,"kata Weni dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 Juli 2026.
Saat ini, PT MRT Jakarta bersama kontraktor masih melanjutkan pembangunan terowongan jalur arah selatan yang menghubungkan Kota menuju Bundaran HI. Seluruh pembangunan terowongan Fase 2A ditargetkan selesai pada kuartal IV 2026.
Hingga 25 Juni 2026, progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 61,8 persen.
“PT MRT Jakarta menargetkan penyelesaian dan operasional fase 2A lin utara selatan pada akhir 2027 untuk segmen 1 Bundaran HI—Monas. Sedangkan segmen 2 hingga Kota pada akhir 2029 mendatang,” tandasnya.
Dalam pembangunan terowongan jalur utara, PT MRT Jakarta menggunakan tiga mesin bor terowongan (Tunnel Boring Machine/TBM) yang bekerja sesuai paket kontrak masing-masing, yakni CP201 dari Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta menuju Harmoni, CP202 dari Harmoni menuju Mangga Besar, serta CP203 dari Mangga Besar menuju Kota.
Titik breakthrough di sisi selatan Stasiun Mangga Besar berada pada kedalaman sekitar 28 meter di bawah permukaan tanah. Kedalaman tersebut menjadikannya sebagai salah satu terowongan kereta bawah tanah terdalam di Indonesia, bersama terowongan di Stasiun Sawah Besar.
Mesin bor terowongan 1 pada paket CP202 membangun lintasan antara Stasiun Harmoni dan Stasiun Sawah Besar sepanjang sekitar 395 meter, serta terowongan yang menghubungkan Stasiun Sawah Besar dan Stasiun Mangga Besar sepanjang 800 meter.
Dalam proses konstruksi, mesin bor juga berhasil melintasi bawah kanal yang berada di antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk untuk menghubungkan kedua stasiun tersebut.










