TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Ibu Kota turun hingga 3,5 persen. Target tersebut menyusul penurunan angka pengangguran menjadi 5,79 persen pada Mei 2026.
Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memperluas kesempatan kerja melalui penyelenggaraan bursa kerja, pelatihan keterampilan, hingga peningkatan akses bagi pencari kerja yang ingin bekerja di luar negeri.
“Penurunan pengangguran harus terus kita dorong. Saya berharap angka ini bisa ditekan hingga 3,5 persen sehingga Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperluas kesempatan kerja,” ujar Pramono dalam keterangan yang dikutip, Jumat, 23 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 100 perusahaan menyediakan 12 ribu lowongan pekerjaan. Pramono menyebut, antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah lamaran daring yang mencapai 28.484 sejak kegiatan dibuka. Jumlah itu belum termasuk pelamar yang datang langsung ke lokasi.
Menurut Pramono, tingginya jumlah lamaran menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap kesempatan kerja. Karena itu, Pemprov DKI akan melanjutkan berbagai program peningkatan kompetensi agar pencari kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Pemprov DKI juga menyiapkan pelatihan bahasa bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri. Program tersebut diharapkan membantu calon pekerja menghadapi kendala komunikasi sekaligus memperluas peluang mendapatkan pekerjaan.
Selain memperluas kesempatan kerja, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan fasilitas transportasi umum gratis bagi pencari kerja mulai 1 Januari 2027. Kebijakan ini menjadi bagian dari penambahan kelompok penerima manfaat transportasi publik gratis, dari sebelumnya 15 menjadi 21 golongan.
Pramono menjelaskan, fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan, terutama dalam mengurangi biaya perjalanan selama proses mencari kerja.
“Mulai 1 Januari 2027, pencari kerja masuk dalam kelompok yang memperoleh fasilitas transportasi publik gratis. Kami ingin membantu mereka agar biaya transportasi tidak menjadi beban tambahan ketika mencari pekerjaan,” kata Pramono.
Untuk mengakses fasilitas tersebut, pencari kerja akan memperoleh kartu khusus. Pemerintah daerah akan memprioritaskan masyarakat yang belum pernah bekerja sebagai penerima manfaat kebijakan ini.
Pramono menegaskan, fasilitas tersebut tidak ditujukan bagi orang yang sudah bekerja dan ingin berpindah ke pekerjaan lain. Prioritas diberikan kepada mereka yang belum memiliki pengalaman kerja dan membutuhkan dukungan untuk memasuki dunia kerja.
Melalui kebijakan perluasan lapangan kerja, pelatihan keterampilan, dan transportasi publik gratis, Pemprov DKI berharap semakin banyak warga memperoleh akses terhadap pekerjaan sekaligus mendorong penurunan tingkat pengangguran di Jakarta hingga mencapai target 3,5 persen.










