TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak masyarakat menghentikan aksi tawuran yang masih terjadi di sejumlah wilayah ibu kota. Imbauan tersebut disampaikan menyusul insiden tawuran di Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.
Pramono menegaskan aksi tawuran hanya menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan tidak memberikan manfaat. Karena itu, ia meminta seluruh pihak untuk bersama-sama menghentikan kebiasaan tersebut.
"Saya sekali lagi nggak bosan-bosan meminta kepada siapapun yang melakukan tawuran itu untuk menghentikan tawuran di Jakarta," kata Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut Pramono, energi generasi muda sebaiknya diarahkan pada kegiatan yang lebih positif dan produktif. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menambah berbagai fasilitas publik, termasuk sarana olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Ia mencontohkan pembangunan arena skateboard dan ring tinju di sejumlah kawasan yang sebelumnya kerap menjadi lokasi tawuran. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang aktivitas positif sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
"Contohnya yang kami bangunkan untuk skateboard, kemudian ring tinju, di tempat yang memang dulu tawurannya sering terjadi,"ucapnya.
Pramono juga mengaku masih mendalami penyebab tawuran yang terjadi di Koja. Menurutnya, konflik antarkelompok warga sering kali dipicu persoalan sepele yang kemudian berkembang menjadi bentrokan.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus menghadirkan fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai upaya mencegah terjadinya tawuran.
"Berkaitan dengan tawuran Pemerintah DKI Jakarta sekali lagi meminta untuk bener-bener bisa dihilangkan atau minimum dikurangi di Jakarta ini. Dan kami akan memberikan fasilitas untuk itu,"pungkasnya.










