TVRINews, Jakarta
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menuntaskan pemasangan girder terakhir pada proyek pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai. Penyelesaian tahapan ini menandai tersambungnya seluruh struktur girder di sepanjang lintasan proyek sekaligus menjadi pencapaian penting dalam proses konstruksi.
Girder terakhir dipasang di atas area Double-Double Track (DDT) Manggarai, yang merupakan salah satu titik paling kompleks dalam pembangunan LRT Jakarta Fase 1B karena berada di atas jalur kereta api yang masih beroperasi dengan intensitas tinggi.
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, mengatakan kawasan DDT Manggarai sejak awal menjadi fokus utama dalam pelaksanaan proyek. Menurutnya, proses pengangkatan girder di lokasi tersebut membutuhkan perencanaan yang cermat, koordinasi lintas instansi, serta pemanfaatan waktu kerja yang terbatas agar tidak mengganggu operasional kereta api.
“Area DDT Manggarai merupakan titik kritikal terakhir dalam pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Keberhasilan pengangkatan girder terakhir di titik ini menjadi capaian penting bagi seluruh tim di lapangan, karena tantangannya bukan hanya pada aspek teknis konstruksi, tetapi juga pada koordinasi keselamatan dengan operasional perkeretaapian yang tetap berlangsung,”kata Iwan dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 Juli 2026.
Iwan menjelaskan, rampungnya seluruh pekerjaan pengangkatan girder semakin memperkuat progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Hingga pekan keempat Juni 2026, progres keseluruhan proyek telah mencapai 94,061 persen.
Selanjutnya, pekerjaan akan difokuskan pada penyelesaian konstruksi lanjutan, penyempurnaan sistem, serta peningkatan kesiapan operasional agar jalur tersebut dapat beroperasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami menargetkan LRT Jakarta Fase 1B memasuki tahap operasional pada Agustus 2026, seiring dengan penyelesaian tahapan konstruksi dan kesiapan sistem secara menyeluruh,”tambahnya.
Ia berharap kehadiran LRT Jakarta Fase 1B dapat meningkatkan konektivitas transportasi publik di Ibu Kota sekaligus memperkuat integrasi antarmoda untuk mendukung mobilitas masyarakat.
“Kami berkomitmen penuh untuk menuntaskan proyek ini sesuai target. Ini bukan semata soal penyelesaian konstruksi, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin terintegrasi, andal, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta,” tandasnya.










