TVRINews, Jakarta
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penyesuaian operasional layanan pada Jumat, 28 Agustus 2026, mulai pukul 07.00 WIB. Penyesuaian dilakukan menyusul dinamika kondisi di lapangan yang berdampak pada sejumlah rute BRT, Transjabodetabek, Angkutan Umum Integrasi, hingga Mikrotrans.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan terdapat sejumlah layanan yang dihentikan sementara, dialihkan, serta diperpendek rutenya demi menjaga kelancaran dan keselamatan operasional.
“Layanan yang untuk sementara tidak beroperasi meliputi BRT 3F (Kalideres–Gelora Bung Karno), Angkutan Umum Integrasi 1B (Stasiun Palmerah–Tosari), 1F (Stasiun Palmerah–Bundaran Senayan), 8C (Pasar Kebayoran–Tanah Abang), 8N (Kebayoran–Petamburan via Asia Afrika), 9E (Kebayoran Lama–Jelambar), serta layanan Transjabodetabek SH2 (Blok M–Bandara Soekarno-Hatta),” kata dia saat dihubungi awak media.
Sementara itu, lanjutnya, layanan yang mengalami pengalihan rute terdiri dari Koridor 9 (Pinang Ranti–Pluit) dengan Halte Gerbang Pemuda hingga Kota Bambu tidak melayani pelanggan, Koridor 9A (PGC 1–Latumenten), Angkutan Umum Integrasi 1W (Blok M–Ancol), Transjabodetabek P11 (Bogor–Blok M), S21 (Alam Sutera–Blok M), T11 (Poris Plawad–Petamburan), T31 (PIK 2–Blok M), serta Mikrotrans JAK.11, JAK.12, dan JAK 14.
“Khusus rute JAK 14, pemberhentian Bus Stop Sekolah Tarsisius 2 hingga Jalan KS Tubun 2 untuk sementara tidak dilayani,” ucapnya
Selain itu, rute Mikrotrans JAK 54 (Grogol–Benhil) mengalami perpendekan lintasan. Pemberhentian Bus Stop Slipi Petamburan 1 hingga SMPB 40 tidak melayani penumpang.
“Transjakarta mengimbau pelanggan untuk terus memantau informasi operasional terkini melalui aplikasi TJ, Transjakarta dan media sosial resmi Transjakarta agar dapat menyesuaikan perjalanan,” tukasnya










