TVRINews, Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat upaya pengendalian banjir melalui pembangunan embung, waduk, dan normalisasi sungai. Salah satu proyek yang diandalkan adalah Embung Kebagusan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang ditinjau langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Selasa, 13 Oktober 2026.
Embung seluas sekitar dua hektare tersebut disiapkan untuk menampung limpasan air dan mengurangi debit yang mengalir melalui Saluran Penghubung (Phb) Joe. Infrastruktur ini diharapkan dapat menekan potensi genangan, terutama di kawasan yang terpengaruh aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) Mampang dan Krukut.
Gubernur Pramono Anung mengatakan, penanganan banjir di Jakarta dilakukan secara menyeluruh melalui sejumlah program infrastruktur, termasuk pembangunan tempat penampungan air dan normalisasi sungai.

(Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. [Foto: Pemprov DKI Jakarta])
“Pemerintah DKI Jakarta sekarang ini sedang mempersiapkan penanganan banjir secara menyeluruh, baik itu membangun embung, waduk, dan juga normalisasi tiga sungai yang ada: Ciliwung, Krukut, dan Cakung,” ujar Pramono dalam keterangannya, Selasa, 13 Oktober 2026.
Menurut Pramono, keberadaan Embung Kebagusan diharapkan mampu mengurangi beban aliran air ketika terjadi peningkatan debit, meskipun pembangunan infrastruktur tersebut tidak serta-merta menghilangkan seluruh risiko banjir.
“Embung yang seperti ini yang kita sebut dengan Embung Kebagusan itu luasnya kurang lebih dua hektare. Mudah-mudahan dengan penanganan banjir, walaupun pasti masih terjadi, mengalami pengurangan yang cukup signifikan. Dari hitungan secara teoretis, Mampang atau DAS Mampang dan Krukut ini mudah-mudahan bisa menahan air sampai dengan delapan persen,” jelasnya.
Selain sebagai penampung air, Embung Kebagusan juga berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan air masyarakat sekitar. Pemprov DKI berencana mengkaji pemanfaatan air tersebut melalui koordinasi antara Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan PAM Jaya.
Pramono menyebut, pemanfaatan embung dapat memberikan manfaat tambahan bagi warga di sekitar lokasi, termasuk penghuni apartemen. Dengan demikian, infrastruktur tersebut tidak hanya difungsikan untuk mengurangi risiko banjir, tetapi juga berpotensi mendukung ketersediaan air.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan tiga embung dan waduk mulai beroperasi pada Februari 2027.
Menurut Ika, dua lokasi berada di Jakarta Timur, sedangkan satu lokasi lainnya berada di Jakarta Barat. Ketiga infrastruktur tersebut ditargetkan selesai dan siap beroperasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Target kami adalah di Februari 2027 ketiga embung dan waduk ini sudah beroperasi. Tadi disampaikan Pak Gubernur ada dua lokasi plus satu izin di Jakarta Barat juga. Jadi, di Jakarta Timur ada dua sudah selesai dan di Jakarta Barat ada satu sudah selesai di tahun anggaran 2026,” kata Ika.
Pemprov DKI Jakarta berharap percepatan pembangunan embung dan waduk, disertai normalisasi sungai, dapat memperkuat kapasitas pengendalian air dan mengurangi dampak genangan di sejumlah wilayah Ibu Kota.










