Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sudah resmi ditutup oleh Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Jumat (15/10/2021) kemarin. Belajar dari sejumlah pengalaman PON sebelumnya, nasib venue menjadi tak terurus usai penyelenggaraan multievent olahraga terbesar di Tanah Air ini.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menegaskan sudah mengingatkan pemerintah daerah untuk menyiapkan lembaga atau badan untuk mengelola venue sejak sebelum PON dimulai.
Ia berharap pasca-pelaksanaan PON XX Papua, venue yang tersebar di empat kabupaten/kota bisa terawat. Amali mengaku optimis Pemerintah Provinsi Papua bisa menggandeng sejumlah pihak atau membentuk badan pengelola untuk merawat venue.
Berkaca dari pengalaman PON sebelumnya ada sejumlah venue yang terlantar, masih dalam keterangan Amali, venue tersebut tidak bisa dimaksimalkan dengan baik oleh pemerintah daerah. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Papua harus kerja lebih ekstra untuk bisa merawat venue.
“Memang pengalaman venue pada PON sebelumnya ada yang terlantar dan tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal karena pemerintah daerah tidak meyiapkan diri jauh dari sebelum PON dimulai,” kata Amali dalam acara dialog virtual, “PON XX Papua Usai, Apa Kabar Nasib Venue?”, Sabtu (16/10/2021).
Pria asal Gorontalo ini menyiasati langkah tepat agar venue dapat terawat dan bisa dimaksimalkan. Ia mendorong cabang olahraga untuk menggelar kejuaraan, untuk bisa merawat fasilitas olahraga dan sebagai ajang untuk melahirkan atlet berprestasi.
“Kami mendorong cabang olahraga untuk melakukan kegiatan baik tingkat regional, nasional, bahkan internasional yang kebetulan nantinya kita tuan rumah agar bisa terselenggara di Papua,” ujar Amali.
Sebagai contoh, Amali menjelaskan pengelolaan venue olahraga yang berada di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Menurutnya, kompleks olahraga GBK dikelola dengan baik dan berdekatan dengan pusat perbelanjaan, hotel, dan lainnya.
Sehingga, ia meminta agar pemerintah daerah tidak menutup mata dari mitra swasta yang ingin berpartisipasi. Baginya, pemerintah daerah harus kreatif dalam merawat fasilitas olahraga yang telah dibangun.
“Pemerintah daerah juga harus punya inovasi ya. Saya kira ini pasti bisa. Kalau tidak kreatif dan tidak memiliki inovasi maka akan terbengkalai, tidak terurus,” tutur Amali.
Editor: Dadan Hardian










