TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan, cepat, dan bebas dari praktik maladministrasi.
Hal tersebut disampaikan Pramono saat membuka Entry Meeting Penilaian Opini Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026 bersama Ombudsman Republik Indonesia di Balai Kota Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.
Menurut Pramono, pelayanan publik menjadi salah satu kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta.
"Pelayanan yang cepat, tepat, dan berintegritas turut berkontribusi menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi Jakarta," ujar Pramono.
Ia menyebut, kualitas pelayanan publik menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, akan terus memprioritaskan sektor layanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan.
"Peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, menjadi salah satu prioritas utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memutus rantai ketidakberuntungan," katanya.
Berbagai program terus dijalankan Pemprov DKI, mulai dari Kartu Jakarta Pintar Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, peningkatan fasilitas kesehatan, hingga pembangunan rumah sakit dengan standar internasional.
Kebijakan tersebut turut mendukung capaian Indeks Pembangunan Manusia DKI Jakarta yang mencapai 85,05 pada 2025 dan menjadi yang tertinggi secara nasional.
Pramono menegaskan, keberhasilan pelayanan publik tidak hanya dilihat dari kepatuhan terhadap aturan administrasi, tetapi juga dari tingkat kepuasan masyarakat.
"SOP harus dijalankan dengan baik sebagai bentuk tertib administrasi, tetapi pelayanan juga harus mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat," tegasnya.
Salah satu indikator keberhasilan layanan publik Jakarta terlihat dari meningkatnya penggunaan transportasi umum. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah pengguna Transjakarta meningkat 14,99 persen, MRT Jakarta naik 17,57 persen, dan LRT Jakarta bertambah 26,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Pramono, peningkatan tersebut menunjukkan masyarakat mulai merasakan manfaat dari kebijakan transportasi publik yang terus dikembangkan.
"Kepuasan terbesar bagi kami adalah ketika prosedur dijalankan dengan baik dan masyarakat bersedia beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum," ujarnya.
Pemprov DKI juga terus memperluas konektivitas transportasi publik melalui pengembangan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai yang akan segera beroperasi.
Dalam penilaian pelayanan publik tahun sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memperoleh nilai 90,11 dengan kategori Kualitas Pelayanan Sangat Baik. Sejumlah unit pelayanan juga mendapatkan penghargaan kualitas tertinggi dari Ombudsman RI.
Pramono meminta seluruh perangkat daerah yang menjadi objek penilaian tahun 2026 memberikan data secara lengkap dan terbuka. Pengawasan internal juga harus diperkuat agar potensi maladministrasi dapat dicegah sejak awal.
"Setiap masukan, koreksi, dan hasil pengawasan dari Ombudsman harus menjadi bahan perbaikan kebijakan dan tata kelola agar persoalan pelayanan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat," ungkapnya.
Sementara itu, Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin mengapresiasi kualitas pelayanan publik Pemprov DKI Jakarta yang dinilai telah menunjukkan hasil baik. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah daerah terus beradaptasi dengan perkembangan layanan digital.
"Capaian yang sudah baik ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Seluruh perangkat daerah harus mampu mengantisipasi setiap potensi persoalan pelayanan publik agar kepercayaan masyarakat terus terjaga," ujar Fikri.
Penilaian Opini Maladministrasi Tahun 2026 merupakan bagian dari evaluasi Ombudsman RI terhadap kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah unit pelayanan publik dengan Opini Kualitas Tertinggi Tahun 2025.









