TVRINews – Jakarta
Kemitraan strategis Jakarta dan Seoul resmi berfokus pada transformasi digital layanan kesehatan dasar sebagai landasan ekspansi teknologi masa depan.
Hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan memasuki babak baru melalui penguatan aliansi strategis di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI). Langkah awal ini difokuskan pada sektor layanan kesehatan dasar, yang diproyeksikan menjadi katalisator bagi perluasan inovasi digital di berbagai sektor industri lainnya.
Kepala Seksi Politik Kedutaan Besar Republik Korea, Uhm Taeho, menyampaikan bahwa pemilihan sektor kesehatan sebagai titik tolak didasari oleh urgensi penerapan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hal tersebut diungkapkannya dalam kegiatan Indonesian Journalist Network on Korea (IKJN) di Jakarta, Rabu 26 Agustus 2026.
"Memulai dari bidang yang sangat konkret seperti penerapan AI di sektor kesehatan bisa menjadi titik awal yang sangat baik untuk memperluas kerja sama kita di bidang AI," ujar Uhm dikutip MInggu 29 Agustus 2026
Ia menambahkan, kepala negara dari kedua belah pihak menaruh perhatian besar terhadap dinamika global serta pentingnya membangun ketahanan kolektif menghadapi kecepatan perubahan teknologi.
Kolaborasi lintas negara dinilai sebagai instrumen vital agar masing-masing pihak mampu beradaptasi secara optimal.
"Agar negara-negara lain, termasuk kita dapat benar-benar tangguh dalam menghadapi lingkungan yang berubah dengan sangat cepat ini, menurut saya sangatlah penting bagi kita untuk menemukan cara-cara bekerja sama," tambah Uhm.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memandang inisiatif ini sebagai perwujudan dari fondasi kepercayaan diplomatik yang telah terjalin lama. Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi cerdas akan menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di masa mendatang.
"Karena Indonesia dan Korea memiliki rasa saling percaya yang kuat dalam kerja sama ini, kami memandang bahwa AI akan menjadi sektor penting di masa depan yang dapat membantu kami dalam berbagai hal dan sektor," tutur Nabyl.
Sebagai tindak lanjut konkret di tingkat eksekutif, koordinasi intensif telah dilakukan antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan otoritas terkait di Korea Selatan guna mematangkan proyek pilot kesehatan digital.
"Hubungan kami sangat dekat. Kami senang berbagi pengetahuan dan belajar dari Korea tentang cara memberikan layanan publik yang lebih baik bagi masyarakat kami, dan pihak Korea pun sangat terbuka," ujar Nabyl.
Pemerintah Indonesia menyambut positif transfer pengetahuan dari Seoul, khususnya dalam optimalisasi mutu pelayanan publik berbasis sistem digital.
Nabyl optimis bahwa sinergi jangka panjang ini akan segera memberikan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas dalam beberapa tahun ke depan, ditopang oleh program peningkatan kapasitas aparatur teknis yang diselenggarakan secara berkala bersama industri teknologi Korea.










