TVRINews, Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka Festival Pusta Karsa (Perpustakaan, Kearsipan, dan Sastra) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Oktober 2026.
Festival yang berlangsung hingga Kamis, 22 Oktober 2026 ini menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari lokakarya literasi, bincang buku, pentas baca, pameran kearsipan, hingga malam penganugerahan H.B. Jassin.
Rano mengatakan, festival tersebut menjadi ruang untuk memperkuat budaya literasi, menjaga sejarah, dan mengembangkan sastra sebagai bagian dari identitas Jakarta sebagai kota global.
"Saya menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini sebagai ruang untuk memperkuat budaya literasi, menjaga sejarah, dan mengembangkan sastra sebagai bagian dari identitas Jakarta sebagai kota global," ujar Rano dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2026.
Menurut Rano, pembangunan Jakarta tidak cukup hanya berfokus pada kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga perlu didukung masyarakat yang berpengetahuan, kreatif, dan berbudaya. Dalam hal ini, literasi, kearsipan, dan sastra memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Ia menjelaskan, literasi dan kearsipan membantu masyarakat memahami masa lalu sekaligus memperluas wawasan untuk mempersiapkan generasi mendatang.
"Saya bersyukur, upaya pembangunan manusia di Jakarta menunjukkan hasil yang positif," ucapnya.
Rano menyebutkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta pada 2025 mencapai 85,05, sementara indeks budaya literasi tercatat sebesar 78,76 persen. Adapun aktivitas membaca masyarakat Jakarta mencapai 82,49 persen. Capaian tersebut, menurut Rano, perlu disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk memperluas akses pengetahuan dan membiasakan kegiatan membaca dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menjadi ruang pengembangan literasi, Festival Pusta Karsa juga menjadi wadah apresiasi bagi penerbit, perangkat daerah, badan usaha milik daerah (BUMD) atas kinerja pengelolaan kearsipan, serta para arsiparis teladan.
Sementara itu, penganugerahan Piagam H.B. Jassin 2026 menjadi bentuk penghargaan terhadap karya dan kontribusi para pelaku dalam perkembangan sastra Indonesia.
Rano menambahkan, berbagai pendekatan kreatif perlu dikembangkan agar pengetahuan semakin dekat dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
"Budaya membaca dapat diperkenalkan melalui cara-cara kreatif seperti ulasan buku digital, vlog, dan reel," imbuhnya.
Ia juga menilai sejarah perlu dikemas melalui pendekatan yang menarik agar generasi muda tidak hanya mengenal masa lalu, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga warisan sejarah.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penerapan konsep GLEM (Galeri, Perpustakaan, Arsip, dan Museum). Menurut Rano, kolaborasi dengan galeri seni dan museum di Jakarta perlu terus dikembangkan, salah satunya dengan memadukan arsip sejarah, pameran, dan karya visual.
Dengan pendekatan tersebut, sejarah kota tidak hanya tersimpan sebagai dokumentasi, tetapi juga dapat diakses, dinikmati, dan dipelajari masyarakat melalui ruang publik yang edukatif dan interaktif.
Menjelang lima abad Jakarta, Rano mengajak seluruh pihak untuk berkontribusi membangun kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kaya akan pengetahuan, menghargai sejarah, serta memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas masyarakat.
"Semoga festival ini semakin menumbuhkan kegemaran membaca, memperkuat kepedulian terhadap arsip, dan menghidupkan sastra sebagai bagian dari perjalanan Jakarta menuju kota global yang berbudaya,"pungkasnya.










